Senin, 30 Januari 2017
WHAT IF WE CHANGE FROM "EMPLOYEE mindset" to "OWNER mindset"
Mengubah mental kita dari "mental pegawai" menjadi "mental pemilik perusahaan"
Namanya Irena, seorang CEO sebuah perusahaan multinasional di Jakarta.
Dia menceritakan masalahnya malam itu di sebuah restaurant di Pacific Place.
"Mas Pam, saya merasa bahwa karyawan karyawan kami itu tidak bekerja sepenuh hati. Kami dari management kan bekerja keras siang malam untuk memastikan bahwa perusahaan maju dan berkembang terus. Tapi kami kan tidak bisa kerja sendirian, kami harus dibantu oleh seluruh karyawan. Tapi kami merasa bahwa karyawan kami tidak mempunyai sense of urgency sebesar kami. Mereka enak enakan bekerja , dari jam 9 sampai jam 5 sore langsung pulang. Dan mengharapkan gajian di akhir bulan. Gak ada yang punya accountability yang tinggi. Gak ada yang ikut mati matian memperjuangkan kemajuan perusahaan. Waktu saya tanya ada beberapa yang berkomentar miring ...
Wajar, namanya juga karyawan. Kalau owner beda lagi mindsetnya"
Irena minum anggur merahnya malam itu, sementara saya menemani dengan orange juice saya.
Irena meneruskan,"Memang benar begitu? Apakah memang tidak ada karyawan yang mempunyai mindset yang bagus? Terus gimana menjalankan business kalau semua karyawannya begitu? Adakah caranya untuk mengubah mindset dari employee mindset (atau mental orang gajian) menjadi mental owner yang terus bekerja keras pantang menyerah?"
Wow, Irena , great question and great observation!
Dan saya pun jadi tertarik untuk membahas hal ini.
Jadi wajar bahwa semua perusahaan ingin mencapai kesuksesan jangka panjang.
Dan sukses jangka panjang itu hanya terjadi kalau customer nya happy.
Kalau enggak happy, customer nya pasti akan lari ke competitor anda.
Nah untuk membuat customer happy itulah anda memerlukan karyawan (employee) yang benar benar bermotivasi tinggi!
Masalahnya banyak sekali karyawan yang sudah ogah-ogahan. Hanya masuk kerja jam 8 dan nunggu pulang jam 5 sambil nunggu gajian (dan minta gajinya naik pula!)
Dari jam 8-5 kerja nggak jelas, meeting meeting tanpa tujuan dan kirim email tanpa arahan yang jelas.
Ternyata banyak karyawan yang masih mempunyai mental seperti itu.
Ada sih karyawan yang masih sangat bermotivasi tinggi. Mereka ini bermental hampir seperti owner. Seorang owner perusahaan akan bekerja keras karena mereka mempunyai kepentingan yang sangat tinggi terhadap kesuksesan perusahaannya. Hidup mati, berhasil atau tidaknya perusahaan itu ya karena kerja keras sang owner.
Nah , masih ada juga karyawan yang bermental seperti owner. Mereka ini berfikir bahwa sukses atau tidaknya KARIER mereka hanya tergantung kepada mereka sendiri.
Dan berarti naiknya gaji (atau tidak), dipromosikan atau tidak maka itu juga tergantung kepada karier mereka sendiri.
Makanya mereka bekerja keras untuk
- prestasi mereka sendiri
- prestasi tim mereka
- dan performance perusahaan mereka
Inilah karyawan karyawan yang biasanya dianggap sebagai "high potential" dan akan memajukan perusahaannya.
Tapi sebelumnya kita lihat dulu perbedaan karakter antara karyawan yang bermental "pegawai" dan yang bermental "owner" ...
Karyawan yang berMental "pegawai" itu ...
- Ketika dia mengalami halangan, dia kebingungan apa yang harus dikerjakan, dia menghindari masalah atu dia mencari alasan
- Dia datang pagi, pulang sore dan menunggu gajian
- pikirannya sudah tidak fokus ke pekerjaannya
- dia hidup terutama untuk sabtu minggu karena senin sanpai jumat tidak fokus lagi
- dia tidak menghasilkan idea baru
- dia tidak menghasilkan perbaikan proses
- dia memerlukan seseorang untuk selalu mengatakan apa yang harus dikerjakan dan kapan
Sementara karyawan yang bermental "owner" itu ....
- Dia bekerja keras dan fokus pada hasil yang akan dia capai
- Ketika dia menemui halangan, dia akan berusaha keras mengatasinya
- Dia memotivasi dirinya sendiri, tidak memerlukan orang lain untuk memberitahu apa yang harus dikerjakan
- Dia enjoy dan menikmati pekerjaannya
- Dia mempunyai banyak idea baru
- Dia memperbaiki proses yang tidak effisien
- Dia fokus pada goal yang penting
- Dia "menghasilkan
" banyak result yang positive
Nah, ketahuan kan bedanya?
Kalau anda adalah owner perusahaan, carilah karyawan yang juga bermental owner, recruit mereka, reward mereka , promosikan mereka dan tahan mereka di perusahaan anda. Ingat kelangsungan dan kesuksesan perusahaan anda ada di tangan mereka.
Sementara kalau anda menjadi karyawan , berusahalah untuk menjadi karyawan yang bermental "owner" seperti di atas.
Bekerja keraslah, dan anda akan mendapatkan ...
- kenaikan gaji
- promosi
- kesuksesan karier anda dalam jangka panjang
Kalau enggak dapat ketiga hal itu bagaimana?
Gampang saja.
Kalau memang anda adalah karyawan yang bermental owner yang bagus, kalau enggak diappresiasi di tempat anda, melamar saja ke perusahaan lain dan cari pekerjaan yang lebih bagus di mana anda mendapatkan appresiasi yang lebih tinggi.
(Tapi ingat, selama anda belum mendapatkan pekerjaan baru, anda harus tetap profesional dan bekerja maksimal di tempat lama!).
Ok, sekarang, bagaimana anda menjadi karyawan bermental owner?
Kita lihat dari 6 karakter yang mereka punyai di bawah ini ....
1. Initiator
Mereka itu adalah orang orang yang suka "memulai" sesuatu, "menciptakan" sesuatu dan mewujudkannya.
Mereka tidak menunggu yang lain dan tidak meniru orang lain. Mereka mempunyai banyak ide ide baru.
2. Executor
Mereka ini rajin mengimplementasi sebuah ide. Menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dan mengimplementasikan sebuah ide atau project sampai akhir dan mendapatkan hasil bagi perusahaannya.
3. Connector
Mereka ini mencari segala macam cara untuk memecahkan permasalahan dan terus menerus meningkatkan bisnisnya. Dan untuk itu mereka harus mempunyai banyak network yang luas. Nah di sinilah mereka mempunyai kemampuan yang hebat untuk membangun dan memperluas jaringan bisnis mereka.
4. Responsible and Accountable
Mereka sangat bertanggung jawab menyelesaikan semua pekerjaan.
Berani menerima tanggung jawab kalau gagal menyelesaikan tugas, tetapi juga berani mengakui sukses kalau berhasil.
5. Result oriented
Mereka sangat fokus pada hasil.
Seperti kata pepatah, orang orang yang baik mencari solusi (untuk mencapai hasilnya), orang orang yang jelek mencari alasan (mengapa tidak mencapai hasilnya).
6. Strategic and Foward Thinker
Mereka juga bukan hanya memikirkan kesuksesan bisnis sekarang tetapi juga kesuksesan dan kelangsungan di masa depan.
Maka mereka akan memikirkan strategi ke depan dan mengangisipasi perubahan yang akan terjadi.
Itulah karakter yang dimiliki oleh mereka yang bermental "owner".
Kemudian ada yang bertanya, kalau memang mempunyai mindset owner kenapa masih jadi karyawan? Kenapa gak jadi owner saja sekalian?
Go ahead! Silahkan saja, kalau anda mempunyai modal (atau berhasil mengumpulkan modal) dan juga berani mengambil resiko (risk taking).
Kalau anda siap, silakan, mulailah bisnis anda sendiri dan jadilah owner!
Selama anda belum punya itu, silahkan menjadi karyawan dengan owner mindset, karena itu akan:
- membuat karier anda lebih sukses (dan mendapatkan reward dan promosi yang lebih cepat)
- dan mempersiapkan anda untuk menjadi "the real owner"
Sekali lagi ingat ya, untuk
Mengubah mental anda dari "mental pegawai" menjadi "mental pemilik perusahaan", coba terapkan keenam hal di bawah ini:
1. Initiator
2. Executor
3. Connector
4. Accountable
5. Result oriented
6. Strategic and Forward Thinker
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Search
Total Tayangan Halaman
TRAINING ONLINE
Training CHRP
ONLINE TRAINING
Recent Posts
Categories
- Assessment
- bakat
- Big Five
- Business development
- Career tips
- Change Management
- CHRP
- disiplin
- ebook HRD
- Gen Y
- Generasi Y
- grup HRD
- hubungan industrial
- ISO 9001 14001 lead auditor 2017
- Karyawan
- kerugian tahan ijasah bagi perusahaan dan HR
- kursus hrd
- leadership
- Lowker Sidoarjo
- Lowongan Bandung
- managing talent
- MBTI
- Mengelola Generasi
- minat
- motivation
- Mutasi
- parents tips
- pelatihan HRD
- Pemutusan Hubungan Kerja
- perselisihan PHK
- PHK
- potensi
- presentation
- Psikologi tes
- Psikotes
- resign
- struktur skala upah
- surabaya
- surat peringatan
- tahan ijasah karyawan
- Team work
- TELEGRAM GRUP HR
- Tes Potensi
- tim kerja
- tim yang solid
- Training
- WA GRUP HR
Blog Archive
-
▼
2017
(54)
-
▼
Januari
(15)
- WHAT IF WE CHANGE FROM "EMPLOYEE mindset" to "OWNE...
- DEVELOP YOUR CHILDREN TO BE THE FUTURE LEADERS
- HANDLING YOUR FIRST INTERVIEW
- Bagaimana seorang introvert bisa sukses di tempat ...
- THE FIVE LEVELS OF LEADERSHIP
- Tantangan Rekruter di tahun 2017
- The What and The How
- Pesan Terakhir Seorang Ayah
- Never Give Up
- 5 BIGGEST MISTAKES THE SALES PEOPLE MAKE
- HOW TO ADAPT AS A NEWCOMER
- Think Global, Act Global
- WHAT IS MISSING? (FROM INDONESIAN TALENTS)
- CHRP Surabaya 2017
- WHAT DOES CEO EXPECT FROM HR
-
▼
Januari
(15)
Mengenai Saya
Most Trending
-
Dalam proses membaca aktif SQ3R ada satu tahapan dimana Anda harus melakukan pengulangan (R = Review) terhadap materi yang Anda baca a...
-
Google berkali-kali menduduki tempat pertama sebagai tempat kerja terfavorit yang ingin dimasuki banyak karyawan. Hal ini benar-benar terce...
-
Buruh pabrik di Amerika Serikat saat ini memperoleh bayaran 76 kali lebih besar dari yang diterima pekerja pabrik yang bekerja di Indonesia...
-
Sesudah diterbitkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Industria...
-
Mendapat suatu pekerjaan baru, terutama pekerjaan yang kita impikan, kenaikan jabatan, kenaikan gaji dan lain sebagainya merupakan hal yang ...
-
HR WANNABE GRAND OPENING GRAND OPENING HR WANNABE 🎉🌟 **HR Wannabe Grand Opening!** Anda bersemangat untuk memulai karier Anda dalam bidang...
-
Mendapatkan pekerjaan baru adalah hal yang menyenangkan, namun ada kemungkinan hal yang mungkin yang menyimpang yang terjadi selama perjala...
-
BE A MENTOR Beberapa minggu yang lalu saya menerima WA mesage di handphone saya,"Om Pam, thank you very much , I won the talent compe...
-
JADWAL PELATIHAN APRIL 2024 Seluruh jam pelatihan adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) Early bird adalah untuk member HRBP INDONESIA se...
-
THE "WHAT" AND THE "HOW" How to achieve your business objectives while securing your success in the future ... (Bagaim...
0 comments:
Posting Komentar