Komunitas Praktisi Profesional HR Indonesia

Video of the Day

Minggu, 29 November 2015

On 16.18 by HRBPFORUM   No comments

6 Cara HRD Mencari Kebohongan Pelamar Kerja


Lewat referensi, penjelasan, sampai intuisi. Berdasarkan hasil survei, 38 persen pekerja suka melebih-lebihkan tanggung jawab pekerjaan mereka, dan sekitar 18 persen karyawan akan berbohong mengenai kemampuan atau kebisaan mereka. Kebohongan lain yang sering dilakukan pegawai adalah dalam hal yang berhubungan dengan informasi tanggal masuk dan keluar dari perusahaan sebelumnya, jenjang pendidikan, serta jabatan kerja.
Tak ingin dicap tak mampu mencari pegawai yang mumpuni, pihak HRD tentu akan berupaya mencari karyawan terbaik dan melihat kelebihan serta kekurangan dari calon pekerja tersebut. Untuk itu, mereka pun akan mencari hal-hal yang terlihat atau terbaca janggal pada calon pekerja.
Berikut ini 6 cara pihak personalia mencari tahu kemungkinan kebohongan pelamar kerja:
1. Melakukan cek standar performa
HRD akan mencoba mencari tahu latar belakang dari calon pekerja mulai dari sejarah bekerja, lokasi tempat tinggal, tanggal masuk kerja, dan sebagainya.
Bagian personalia juga akan melihat kejanggalan antara apa yang dituliskan kandidat dengan temuan mereka dari pengecekan.
2. Melihat tanda-tanda yang tak masuk akal
Rentang waktu tertentu yang tak bisa dijelaskan pada poin pengalaman kerja, keengganan untuk menjelaskan alasan tidak lagi bekerja di kantor lama, serta jeda waktu cukup lama antara waktu kerja juga bisa meningkatkan kewaspadaan si personalia.
Surat lamaran kerja bisa berisi kebohongan, sehingga bukan hal aneh untuk personalia mencoba mengecek ke situs kantor lama si calon pelamar kerja dan menggunakan nomor telepon referensi yang tercantum di surat lamaran untuk mencari verifikasi.
3. Menggunakan situs jejaring sosial
Profil yang ada di situs jejaring sosial bisa berisi informasi-informasi yang sifatnya umum dan membantu perusahaan memverifikasi beberapa informasi tentang si pelamar kerja, seperti sejarah si kandidat atau tahun lulus.
4. Tes kemampuan
Saat temu muka, si personalia atau siapa pun yang akan mewawancarai kandidat pegawai akan mencoba menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, umumnya hal-hal yang sifatnya teknis, entah si pelamar sudah pernah menjalaninya atau belum.
Untuk menkonfirmasi, pihak perusahaan akan mencoba menanyakan hal-hal spesifik dan teknis mengenai kemampuan yang diakui si kandidat atau bahkan melakukan tes atas kemampuan yang diakui si kandidat bisa ia lakukan.
5. Bersedia mendengar penjelasan
Kesalahan atau kesalahpahaman amat mungkin terjadi. Bila perusahaan atau pihak personalia melihat ada kejanggalan, mereka mungkin akan memberikan kesempatan si kandidat untuk menjelaskan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya siapkan jawaban terbaik untuk kesalahan apapun yang ada di surat lamaran maupun yang pernah Anda lakukan di masa lalu.
6. Intuisi
Menghadapi sulitnya tugas mencari kandidat terbaik, setiap personalia harus mempercayai intuisi dan pengalamannya. Bila mereka merasa ada yang tidak pas dari diri si pelamar kerja, maka ia akan melepasnya.

 sumber: http://www.beritasatu.com
On 16.14 by HRBPFORUM   No comments

60% Pelamar Kerja BOHONG saat INTERVIEW KERJA

Tahukah Anda bahwa:
60% Pelamar Kerja mengakui bahwa ia berbohong selama interview kerja ? (di luar negeri; www.yolkrecruitment.com)

  • 67% berbohong tentang Paket Salary-nya di perusahaan saat ini, agar mendapatkan paket salary lebih besar ? Apalagi di zaman “susah” begini. Ada lowongan kerja bagus, langsung sikatttt…yang penting bisa pindah.
  • 61% berbohong tentang Kualifikasi nya saat interview kerja di hadapan HRD Recruiter/User – Kepala Divisi/Owner ?
  • 58% berbohong tentang Pengalaman Kerja-nya? Ngaku2 pernah kerja di divisi tertentu,job desc & project tertentu demi supaya bisa pindah dari perusahaan sekarang yang sedang jeblok performance-nya.
  • 54% berbohong tentang Alasan-nya mau pindah kerja? Jarang sekali Pelamar Kerj yang berkata jujur bahwa ia “sumpek” bekerja dengan atasannya. Jarang sekali Pelamar Kerja yang mengakui bahwa ia pindah kerja karena performance-nya tidak bagus di perusahaan sekarang.
Apa penyebabnya kebohongan2 ini tidak terdeteksi saat interview dengan Recruiter atau User-nya (supervisor/manager/direktur/owner) ?
Apakah 60% Pelamar Kerja sangat ahli bohong dan tidak terdeteksi recruiter atau user-nya (supervisor/manager/direktur/owner) yang jam terbang-nya tinggi? Rasanya kok gak mungkin ya? Sebanyak2nya seorang Pelamar Kerja interview sana sini, Recruiter/Supervisor/Manager/Direktur/Owner bisa interview ratusan/ribuan orang. Dan, Recruiter justru menguasai semua teori tentang interview dan juga ahli dalam interview.
Mengapa?
  1. Kebanyakan Recruiter percaya bahwa Kandidat tidak akan berbohong. Mereka “percaya” bahwa semakin tinggi jabatan seseorang semakin kredibel, atau mereka “percaya” bahwa posisi tertentu pastilah kredibel. Padahal, usia/pendidikan/pengalaman/jabatan tidak ada hubungannya dengan kredibelitas. Masih ingat: ada calon2 capim KPK yang nyontek saat Test Capim KPK?
  2. Kebanyakan Recruiter “terlalu” fokus pada tujuan recruitment yakni mencari kandidat yang tepat bagi perusahaan tanpa mengecek kredibelitas
  3. Kebanyakan Recruiter tidak mempelajari cara deteksi bohong secara khusus,saat di jenjang kuliah,saat training internal ataupun eksternal. Mereka bukan pendeteksi kebohongan ataupun ahli deteksi bohong. Mereka juga tidak mempelajari Investigative Interview untuk mengungkap kebohongan.
  4. Kebanyakan teknik Interview Kerja memang tidak diRANCANG spesifik untuk deteksi BOHONG seperti teknik Investigative Interview ala forensic.
Bagaimana caranya mendeteksi kebohongan pelamar kerja dalam sebuah interview?
Tidak ada jalan lain, Interviewer/Rekruter  harus mempelajari cara deteksi bohong dan memodifikasi pertanyaan2 dan cara interview agar bisa optimal menggali informasi sebanyak2nya, sedetil2nya dan sejujur2nya.
Handoko Gani,SE,MBA,BAII
Human Lie Detector Indonesia
@LieDetectorID

Minggu, 01 November 2015

On 03.41 by HRBPFORUM   No comments


On 03.39 by HRBPFORUM   No comments

MAXIMIZING EXCEL FORMULA SKILLS
EXCEL FOR HR Part-1

SABTU, 19 Des 2015
PT. NBI Sayung Demak
*) Akan dikonfirmasikan lebih lanjut ke peserta
Pukul : 09.00 WIB (on time)

Microsoft excel merupakan aplikasi spreadsheet yang multi fungsi, selain bisa melakukan perhitungan-perhitungan accounting, statistic, matematika dan teknik ternyata bahwa tool aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mempercepat pekerjaan melalui tool Visual Basic Application (VBA).
Dengan menggunakan Visual Basic  dapat membantu pekerjaan untuk menginput data secara cepat , bahkan kita dapat membuat laporan hanya dalam hitungan detik, dan menariknya bahwa dengan menggunakan tools ini kita bisa mengcustom sendiri yang kita butuhkan dengan cara yang sangat mudah dan pastinya tools ini mudah dipelajari.
Dalam pekerjaan HR ada laporan-laporan dimaka kita harus membuat salinan worksheet, form-form untuk departemen seperti form pengajuan tenaga kerja, pengajuan training, appraisal dan lain sebagainya yang bisa kita buat dalam system “One Window” yang pastinya bisa memudahkan departemen lain untuk mengakses, bahkan dengan VBA kita bisa mengcustom database karyawan sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Materi :
-          Hyperlink, dropdown list
-          Rumus penting untuk HR
-          Form entry sederhana
-          Mengcustomise rumus dengan VB Excel
Metode Pelatihan : 30% Teori dan 70% praktek table to table             
Peserta :
Praktisi HR, staff payroll dlsbg

*) Peserta wajib membawa Laptop dengan Microsoft Excel 2007
Bonus :
*) Excel Dictionary – kumpulan perintah-perintah dan fungsi-fungsi excel dengan contoh penggunaan

Fasilitator :
Ferry. Reynold A, S.H, CHRP
Praktisi dan profesional HR, founder HRBP Indonesia

Pendaftaran :
Agnes : (087700166700) atau Ferry (085733347722)
Format : Excel(spasi)nama peserta(spasi)nama perusahaan(spasi) nomor hp(spasi) alamat email

Fasilitas : materi,soal latihan, lunch,snack,sertifikat

Investasi :
Rp 150.000 S/d 6 Des 2015
Rp 250.000 7-15 Des 2015
Transfer  BCA: 5065-143-060, Mandiri : 142-001-011-2844 A.N Ferry Reynold A.


On 03.34 by HRBPFORUM   No comments


HRBP INDONESIA, 1St Anniversary
HUMAN RESOURCES PROFESSIONAL FORUM INDONESIA :

CERTIFIED INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT (CIRM)
Surabaya, 12-13 DESEMBER 2015
09.00-16.00 WIB
Hotel D’ Season Tenggilis Surabaya

Hukum ketenagakerjaan merupakan hukum yang bersifat spesialis, yang wajib dipahami oleh semua praktisi ketenagakerjaan, namun pada kenyataannya yang terjadi adalah masih terjadi kebingungan dalam pemahaman dan penerapan hukum ketenagakerjaan ini. Seperti yang sering kita temui pada pertanyaan-pertanyaan yang terlontar di forum-forum HRD, dan banyak pertanyaan yang diajukan adalah sama.
Kompetensi Hubungan Industrial ini pada masa sekarang sangat mutlak dibutuhkan mengingat semakin meningkatnya jumlah tenaga kerja, tuntutan hidup pekerja yang semakin besar dan Serikat Pekerja yang semakin getol menuntut hak-haknya dengan kondisi buruknya komunikasi antara pengusaha dengan pekerja dan auat serikat pekerja.Selain itu juga adanya SKKNI Hubungan Industrial yang telah di sahkan oleh Kemenakertrans yang menjadi kompetensi wajib yang harus dikuasai oleh HRD terutama di bagian Hubungan Industrial.
Dengan menyesuaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan terupdate saat ini maka pelatihan ini akan memberikan wawasan yang baik bagi praktisi Hubungan Industrial agar dapat mengimplementasikan Peraturan Perundang-Undangan dengan baik dalam pekerjaan sehari-hari agar tercapainya Hubungan Industrial yang harmonis.
Dalam pelatihan ini peserta akan dibekali dengan berbagai macam literatur dan contoh kasus yang dapat menunjang pemahaman tentang Hubungan Industrial.
POKOK BAHASAN :
  • PENGANTAR HUBUNGAN INDUSTRIAL
  • PEMAHAMAN DASAR HUKUM PIDANA & HUKUM PERDATA
  • PEMAHAMAN DASAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
  • HUKUM PERJANJIAN, PERJANJIAN KERJA & HUBUNGAN KERJA
  • PERJANJIAN KERJA BERSAMA & PERATURAN PERUSAHAAN
  • OUTSOURCING
  • NEGOSIASI & KOMUNIKASI
  • MOGOK KERJA & PENUTUPAN PERUSAHAAN
  • PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA & SKORSING, MERUMAHKAN KARYAWAN
  • PENGGUNAAN PENYANDANG CACAT
  • PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
METODE PELATIHAN :
1.    CERAMAH
2.    DISKUSI INTERAKTIF
3.    LATIHAN
4.    TUGAS INDIVIDUAL ATAU KELOMPOK




SIAPA YANG PERLU MENGIKUTI?

Untuk dapat menerapkan Hubungan Industrial yang harmonis, maka yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para praktisi di jajaran Divisi SDM, serta  Wakil Manajemen. Namun demikian pelatihan ini juga dapat diikuti oleh para karyawan di berbagai lini dan para akademisi yang juga berperan dalam membantu memberikan wawasan bagi para mahasiswanya sehingga bisa memperbaiki penerapan Hubungan Industrial di kemudian hari.

*)PESERTA WAJIB BAWA LAPTOP
   
BONUS
Modul, Ebook tentang Peraturan dan Undang-Undang Ketenaga Kerjaan, contoh kasus yang terjadi dilapangan.

FASILITATOR
Ferry Reynold A, S.H, CHRP, CCBP, CBSCP
Professional HRD yang berlatar belakang pendidikan hukum, khususnya hukum perdata dan hukum ketenagakerjaan. Terakhir menjabat sebagai Kepala Divisi Operasional di sebuah pabrik plastik di Sidoarjo, setelah sebelumnya menjadi Manager HRD-GA di sebuah perusahaan plastic packaging untuk kosmetik di Surabaya dan Senior Supervisor di sebuah pabrik PMA pengolahan bahan kima untuk kertas di Mojokerto. Selain itu juga sebagai founder HRBP Indonesia , dan saat ini juga fasilitator “weekendclass” untuk Hubungan Industrial.

INVESTASI
Rp. 1.500.000,- / orang (Early Bird s/d 26 Nov 2015)
Rp. 1.800.000,-/orang (27 Nov 2015 s/d 8 Des 2015)

Transfer ke BCA : 5065-143-060, Mandiri : 142-001-011-2844 a.n Ferry Reynold A




Fasilitas :
2x coffee break, 1x lunch, materi, sertifikat kehadiran dan sertifikat CIRM (bagi yang menyelesaikan project/tugas)

Fasilitas Extra :
Peserta CIRM akan mendapat diskon biaya investasi PROLINK-HI*)

PENDAFTARAN :
CIRM_Nama Lengkap _ Perusahaan_Email_No.HP_transfer ke bank mana
Kirim ke Email : hrbpforum@yahoo.com

Atau SMS ke   : 085733347722


*) PROLINK-HI :
Adalah program  lanjutan CIRM berdasarkan SKKNI Hubungan Industrial yang akan diagendakan rutin mulai bulan Februari 2016 yang akan mengulas materi-materi SKKNI Hubungan industrial secara bertahap dan mendetil untuk setiap unit kompetensi.