Komunitas Praktisi Profesional HR Indonesia

Video of the Day

Jumat, 05 Mei 2017

On 20.21 by HRBPFORUM in    No comments

REWARD YOUR CHILDREN BASED ON THEIR HARD WORK

(Berikan hadiah kepada anak anda, hanya kalau mereka mencapai sebuah prestasi)

Namanya Devi, teman seangkatan saya di ITB. Sekarang Devi menjadi pejabat Eselon di sebuah Departemen di pemerintahan. Malam itu kami dinner di sebuah Rumah Makan Jepang di Pacific Place.

Devi bercerita bahwa dia punya dua anak laki laki. yang satu  berumur 17 tahun, satunya  baru 8 tahun. Jarak keduanya sangat jauh, karena di tengah tengahnya Devi harus bekerja keras, fokus pada pekerjaannya, dan membawa hasil dengan promosi demi promosi yang diraihnya sampai akhirnya dia menduduki jabatan penting ini.

Pada saat Devi membesarkan anak pertamanya , Devi masih punya  banyak waktu. Pekerjaannya tidak sesibuk sekarang dan dia masih sempat membesarkan dan mendidiknya dengan waktu yang cukup. Sayangnya hal ini tidak bisa Devi lakukan dengan anak kedua yang sekarang berusia 8 tahun.
Devi sudah sangat sibuk dan seringkali pulang malam.

Akhirnya Devi pun hanya bisa menghabiskan waktu sedikit sekali dengan anaknya yang kedua. Bahkan anak kedua (laki laki) cenderung manja dan minta perhatian. Untuk menebus rasa bersalahnya Devi mem"banjir"i anaknya dengan hadiah hadiah, bahkan kadang tanpa diminta oleh anaknya. Dan semua permintaan anaknya pun dituruti.
Anak pertamanya pun protes, karena dia merasa tidak diperlakukan seperti itu.

Kita bahas kasus ini ya? Kasusnya Devi adalah kasus klasik yang terjadi pada orang tua yang sibuk bekerja. Karena kurangnya waktu yang mereka berikan pada anaknya, mereka menebus rasa  bersalahnya dengan memberikan hadiah.
Dont get me wrong. Saya sangat menghargai para ayah dan para ibu yang bekerja. Ini adalah ibadah yang mulia. Mereka mencari nafkah demi kelangsungan keluarga,
untuk makanan, kesehatan dan pendidikan anak anaknya. That's great.
Tentu saja kita tidak boleh melupakan satu tugas yang sangat sangat penting, mendidik anak anak kita.
Banyak nasihat yang menyesatkan seperi "With the children, spend quality time not quantity"
Mari kita artikan pepatah ini dengan bijak.
Pepatah itu seharusnya tidak menjadi alasan  bagi kita untuk melalaikan tugas kita.
Sebenarnya pepatah itu harus diganti menjadi , "With our childern , we have to spend quality and quantity times!"

Sebagus apapun quality nya tidak akan ada yanv bisa menggantikan quantity  nya. You still have to do both.

Yang lebih parah adalah memberikan hadiah banyak banyak untuk menebus rasa bersalah karena tidak spend time dengan anak anak kita.
Heyyyu, what kind of children you are raising? Anak-anak dan generasi yang akan berpendapat bahwa mereka bisa mendapatkan segalanya tanpa  bekerja keras.
Kasihan  banget mereka, dengan pikiran itu mereka tidak akan menjadi pekerja keras. Tapi bukan karena kesalahan mereka, kesalahan kita yang mendidik mereka dengan cara yang salah, karena mereka senantiasa medapatkan sesuatu tanpa bekerja keras!

Ada trend yang berkembang di Eropa dan Amerika , di mana para orang tua yang berhasil (dan kaya) tidak lagi memberikan harta warisan mereka kepada anaknya.
Mereka bilang,"Kami bekerja keras untuk mendapatkan harta ini. Kami ingin mereka juga mampu bekerja keras untuk mendapatkan harta mereka sendiri.
Karena keberhasilan orang tua adalah pada saat anak-anaknya lebih berhasil daripada orangtuanya"

Wow, keren kan?
Bandingin dengan teman teman saya di Indonesia, yang sudah sibuk menabung untuk biaya kuliah anaknya di Amerika, bahkan ada yang sudah membeli 3 rumah untuk ketiga anak kandung mereka. Hahahahahaha....
Kalau orang lain bilang,"Enak amat anak anaknya"
Saya akan bilang,"Kasihan banget anak anaknya, tidak dididik untuk bekerja keras"

Anak saya juga kuliah S-1 di Amerika, tapi sejak SMP saya sudah bilang ke dia untuk belajar sekeras-kerasnya dan mendapatkan beasiswa. And she did it!
Sebenarnya saya juga bisa (dengan mudah) membiayai kuliahnya di manapun.
Dan juga berat bagi saya untuk mengharuskan dia mendapatkan beasiswanya sendiri.
Tapi bukankah itu tugas yang kita punya, jadi meskipun berat juga harus kita jalankan?

Padahal di kantornya Devi selalu menerapkan performance

based reward.
Artinya Devi memberikan reward kepada anak buahnya yang bekerja keras, dab kalau anak buahnya tidak bekerja keras ya Devi tidak akan memberikan bonus atau insentive tertentu.
Berarti seharusnya Devi menerapkan hal yang sama kepada anak anaknya.
Artinya Devi harus membiasakan  bahwa anak anaknya akan mendapatkan hadiah setelah dia bekerja keras.
Jangan pernah memberi sesuatu tanpa dia bekerja keras, you are sending a (very) wrong message.
Resikonya adalah anak anda akan kehilangan kemauan (dan kemampuan) untuk bekerja keras mendapatkan sesuatu. Padahal itu sangat penting untuk kehidupan mereka kelak. And please jangan terbuai dengan mereka yang berkata,"Bekerjalah dengan cerdas, jangan bekerja keras"
Kata kata itu diciptakan oleh orang orang yang malas, biasanya para motivator, yang belum pernah bekerja (baik di perusahaan maupun sebagai pengusaha).
Padahal percayalah, saya mengenal banyak orang sukses , mereka semuanya itu bekerja keras (secara cerdas), we have to do both!

Dan ternyata  "performance based reward", itu bisa dijalankan di kantor ataupun di rumah. Apa yang harus dilakukan oleh Devi (dan kita semua sebagai orang tua) ...
Coba ikuti 6 langkah di bawah ini .....

1) Rule No. 1: No Free lunch in the world

Ajari bahwa semua hadiah akan mereka dapatkan setelah mereka bekerja keras. Ingat kita mereward usaha mereka. Bukan hasil mereka. Jadi kalau mereka sudah belajar keras semaksimal mungkin, tapi belum menjadi juara kelas, anda tetap harus memberikan rewardnya.
You reward your childern based on their hardwork and extra effort, not the result.

2) Have a good discussion why you apply this system

Sebelum anda menerapkan hal ini , jelaskan kepada anak anda alasan mengapa anda menerapkan hal ini. Jangan sampai mereka merasa bahwa rasa sayang orang tuanya berkurang. Jelaskan bahwa di masa depan kehidupan akan semakin keras dan semakin competitive. Being nice not enough. Being smart is not enough. They have to work hard in order to succeed in their life.

3) Make sure your
children understand why they got their reward

Berikan hadiah kepada mereka, dan jelaskan mengapa mereka mendapatkannya. Jelaskan secara spesifik , kerja keras mereka yang mana yang membuat mereka berhak mendapatkan hadiah itu.

4) Reconsider the type
of rewards (compliment, more time with friends, more time with you ...etc)

Pilih hadiah yang bervariasi, antara apa yang mereka suka (mainan ... dll) dan apa yang mendidik mereka (buku ... dll).
Tetapi anda juga mereward mereka dengan pujian di depan orang lain, di depan teman temannya (please jangan lebay), bahkan anda bisa mereward mereka dengan waktu:
- more time with their friends
- more time to play (setelah mereka belajar keras)
- more time with you (semoga mereka masih menganggap ini hadiah, dan bukan hukuman 😁)

5) Help them discover their passion

Semua anak adalah unik. Mereka tidak sama. Jangan membandingkan mereka satu dengan yang lain.
Dan terutama bantulah mereka menemukan passion mereka.
Anda harus mendukung mereka dalam proses mencari passion mereka.
Ibaratnya mereka minta dibelikan gitar, kemudian 3 bulan kemudian mereka gak mau lagi main gitar, dan minta dibeliikan raket badminton, jangan dimarahi, dan tetap belikan raket badminton. Itu adalah proses menemukan passion mereka. Mereka sendiri juga tidak tahu.
Mereka sendiri juga bereksperimen dan mencoba coba.
Dukung mereka menemukan passion mereka.
Pada saat mereka menemukan passionnya mereka akan bekerja lebih keras, dan itu akan membuat semangat hidup mereka lebih tinggi!

6) Help them to achieve their dreams (not yours)

Tanyakan pada mereka apa mimpi mereka dan apa cita-cita mereka? Dukung mereka. Jangan memaksakan mimpi anda kepada mereka. Dan by the way,
ingat, anda tidak tahu apa apa tentang masa depan mereka. Yang anda ketahui adalah masa lalu dan masa sekarang. Dunia berubah begitu cepat.
Pekerjaan yang dulunya berjaya mungkin akan pudar di masa depan.
Pekerjaan yang mereka akan lakukan di masa depan, mungkin sekarang belum ada.
Didiklah mereka, ajari mereka untuk belajar dan bekerja keras. Tapi bantu mere

ka mewujudkan mimpi mereka sendiri, bukan mimpi anda.

Ingat baik baik, jangan pernah memanjakan anak dengan memberikan sesuatu tanpa usaha dari mereka.

Remember these 6 rules:

1) Rule No. 1: No Free lunch in the world
2) Have a good discussion why you apply this system
3) Make sure your
children understand why they got their reward
4) Reconsider the type
of rewards (compliment, more time with friends, more time with you ...etc)
5) Help them discover their passion
6) Help them to achieve their dreams (not yours)

Ingat, pada akhirnya tugas anda adalah membantu anak anak anda meraih mimpi mimpi mereka, bukan mimpi mimpi anda.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Join HRBP INDONESIA
private message via whatsapp : 085733347722
Telegram : https://t.me/hrbpindo

0 comments:

Posting Komentar