Komunitas Praktisi Profesional HR Indonesia

Video of the Day

Minggu, 14 Mei 2017

On 17.25 by HRBPFORUM in    No comments

RAISE YOUR HANDS and GRAB THE OPPORTUNITY

( Angkat tanganmu, dan raihlah kesempatan itu)

Pagi itu saya medarat di Istambul jam 3 siang, dan dijemput oleh seorang sahabat lama. Sebut saja namanya Ozan, orang Turki asli, dulunya pernah menjadi peserta training saya waktu saya ngajar di Helsinki.
Setelah training Ozan suka nanya-nanya lewat email dan kemudian kita pun terus menerus menjaga contact sampai sekarang.
Anyway, Ozan yang dulunya seorang lawyer sekarang sudah menjadi CEO di sebuah perusahaan logistic.

Dan tentu saja pertanyaan saya adalah,"How did you get the CEO job?"
Sambil minum kopi sore-sore di Hotel Movenpick, Istambul, kami ngonrol panjang lebar, sambil menikmati udara sore dan cerahnya cuaca kota itu.

Ozan memakai kaos panjang Lacoste biru marine, dan kelihatan berwibawa dengan mukanya yang segar dan brewoknya yang terawat rapi.

Ozan pun memulai ceritanya,"Menurut saya, saya menjadi CEO karena satu hal yang selalu saya lakukan. Always raise my hand. Saya selalu mengangkat tangan dan memintanya"

Ozan pun meneruskan ...
Waktu saya SD saya sudah angkat tangan dan bertanya kepada guru saya,"Bolehkan saya menjadi ketua kelas"
Waktu SMA saya  bertanya kepada kepala sekolah,"Bolehkan saya menjadi ketua program pertukaran pelajar ke London"
Waktu saya jadi insinyur, saya tidak menunggu sampai promosi saya datang, saya bertanya kepada atasan saya,"Bolehkah saya menjadi Project Manager"
Setelah saya menjadi Project Manager ,"Bolehkan saya menjadi Project Manager di negara lain, saya ingin bekerja di Roma"

Jadi saya selalu angkat tangan dan meminta promosi atau jabatan itu.
Always and always raise  my hand.
Kadang waktu saya waktu saya angkat tangan, saya mendapatkan apa yang saya dapatkan, kadang tidak. But it's ok. It does not hurt to ask.

Suatu saat saya menjadi Project Director di Inggris, dan pada saat jabatan CEO di Turki kosong, saya angkat tangan lagi dan bertanya,"Apakah saya bisa menjadi CEO di Turki?"
Mereka bilang,"No you are not qualified to be a CEO"
OK, gak apa apa , at least saya sudah  bertanya. saya pun  bertanya lagi ...
"Mengapa saya tidak qualified"
Mereka bilang,"Karena kamu belum punya sales background"

OK, sekarang sudah jelas. Habis itu saya melamar menjadi Sales Direcror dan mendapatkan pekerjaan sebagai Sales Director di Nicosia (kalau anda tidak tahu di mana Nicosia, saya benar benar mempertantakan apakah anda  bermental global).
Ozab menjadi Sales Director selama 2 tahun di Nicosia, kemudian menjadi Sales Director selama 3 tahun di Paris.
Dan lima tahun kemudian, Ozan menjadi CEO di Turki.
Tentu saja ceritanya tidak semudah itu, Ozan harus  bekerja keras dan belajar siang malam.
Tapi realitanya Ozan menjadi CEO sekarang , setelah dia mengangkat tangannya (menanyakan atau melamar jabatan tersebut).
Seandainya saja Ozan tidak pernah meminta, mungkin Ozan tidak akan menjadi CEO.

So, remember, always ask, ask , ask. Selalu acungkan tangan anda, tanyakan, minta, melamar atau apapun.
Jangan segan, jangan sungkan, jangan malu.
Tapi juga jangan baper kalau ditolak!
Ingat waktu Ozan ditolak menjadi CEO, dia gak baper, dia cuma nanya, mengapa aku  belum bisa menjadi CEO.
Dan kemudian pada saat dia mendapatkan jawabannya, maka dia pun    bekerja keras.
Voila!

Di kita banyak banget yang ego nya segedhe gajah. Kalau ditolak kayaknya tamatlah dunia, baper, kecewa, marah, sebel bahkan ngomel atau ngamuk.
Ditolak , its ok. Tanya aja kenapa ditolak? Dan kemudian setelah dapat jawabannya   bekerja keraslah untuk memperbaiki diri anda sendiri (improve yourself).
Padahal bacalah cerita Ozan di atas, dia hanya berprinsip sederhana:
- Bekerjalah sekeras mungkin
- Berkontribusilah semaksimal mungkin
- Kalau ada pekerjaan bagus yang kamu inginkan, tanyakan apakah kamu boleh menduduki jabatan itu?
- Kalau boleh, that s great
- Kalau nggak boleh, that s great too, tanyakan kenapa anda belum bisa menduduki jabatan itu
- Dari jawaban di atas, anda akan mengetahui gap anda, belajarlah dan  bekerja keraslah untuk menutup gap itu

Life is easy .... kata Ozan. Dan dengan prinsip yang sederhana itu sekarang O

zan menjadi CEO.

Ok, kita  bahas ya step by step, apa yang kita  bisa kerjakan untuk meraih kesempatan itu ...

1. UNDERSTAND YOUR STRENGTH
Ketahuilah, galilah, mengertilah strength anda, differentiator anda , kelebihan anda (yang tidak dimiliki oleh orang lain)

2. CONTINUOSLY DEVELOP YOURSELF
Kalau mau maju, ya harus terus menerus belajar.
Kuncinya sukses itu adalah  mempelajari kompetensi yang dibutuhkan di masa depan, sambil bekerja mencapai objective pekerjaan yang sekarang. Dua duanya harus jalan. Harus seimbang.
Jadi, jangan hanya sibuk  bekerja mencapai performance yang sekarang aja, harus juga belajar dan mempersiapkan kita untuk jabatan kita di masa depan.

3. FIND YOUR ROLE MODEL, COPY HIM TO BUILD THE RIGHT CHARACTER,
Jangan  bergaul dengan teman teman level yang hanya membawa pengaruh negative.
Bergaullah dengan mereka  merka yang jauh lebih sukses daripada anda.
Jadikan mereka sebagai rolle  model anda.
Tirulah kelakuan, attitude dan behavior mereka.
Realitasnya adalah kelakua , attitude dan behavior itu telah membawa mereka ke posisi yang lebih sikses?
Tinggal tiru aja kan? Dan disesusaikan dengan business context anda.

4. BUILD and EXPAND YOUR NETWORK
Kembangkan network dan jaringan bisnis anda.
Mulailah dengan membantu yang lain sebelum anda minta dibantu.

5. RAISE YOUR HAND whenever THe OPPORTUNITY COME

jangan terus menerus menunggu agar promosi itu datang , angkat tanganmu, dan raihlah sendiri kesempatan itu .

Just remember these 5 steps to raise your hands and grap your opportunities ....

1. UNDERSTAND YOUR STRENGTH
2. CONTINUOSLY DEVELOP YOURSELF
3. FIND YOUR ROLE MODEL, COPY HIM TO BUILD THE RIGHT CHARACTER,
4. BUILD and EXPAND YOUR NETWORK
5. RAISE YOUR HAND whenever THE OPPORTUNITY COME

Salam Hangat

Istambul, 1 April 2017

Pambudi Sunarsihanto

0 comments:

Posting Komentar