Minggu, 14 Mei 2017
RAISE YOUR HANDS and GRAB THE OPPORTUNITY
( Angkat tanganmu, dan raihlah kesempatan itu)
Pagi itu saya medarat di Istambul jam 3 siang, dan dijemput oleh seorang sahabat lama. Sebut saja namanya Ozan, orang Turki asli, dulunya pernah menjadi peserta training saya waktu saya ngajar di Helsinki.
Setelah training Ozan suka nanya-nanya lewat email dan kemudian kita pun terus menerus menjaga contact sampai sekarang.
Anyway, Ozan yang dulunya seorang lawyer sekarang sudah menjadi CEO di sebuah perusahaan logistic.
Dan tentu saja pertanyaan saya adalah,"How did you get the CEO job?"
Sambil minum kopi sore-sore di Hotel Movenpick, Istambul, kami ngonrol panjang lebar, sambil menikmati udara sore dan cerahnya cuaca kota itu.
Ozan memakai kaos panjang Lacoste biru marine, dan kelihatan berwibawa dengan mukanya yang segar dan brewoknya yang terawat rapi.
Ozan pun memulai ceritanya,"Menurut saya, saya menjadi CEO karena satu hal yang selalu saya lakukan. Always raise my hand. Saya selalu mengangkat tangan dan memintanya"
Ozan pun meneruskan ...
Waktu saya SD saya sudah angkat tangan dan bertanya kepada guru saya,"Bolehkan saya menjadi ketua kelas"
Waktu SMA saya bertanya kepada kepala sekolah,"Bolehkan saya menjadi ketua program pertukaran pelajar ke London"
Waktu saya jadi insinyur, saya tidak menunggu sampai promosi saya datang, saya bertanya kepada atasan saya,"Bolehkah saya menjadi Project Manager"
Setelah saya menjadi Project Manager ,"Bolehkan saya menjadi Project Manager di negara lain, saya ingin bekerja di Roma"
Jadi saya selalu angkat tangan dan meminta promosi atau jabatan itu.
Always and always raise my hand.
Kadang waktu saya waktu saya angkat tangan, saya mendapatkan apa yang saya dapatkan, kadang tidak. But it's ok. It does not hurt to ask.
Suatu saat saya menjadi Project Director di Inggris, dan pada saat jabatan CEO di Turki kosong, saya angkat tangan lagi dan bertanya,"Apakah saya bisa menjadi CEO di Turki?"
Mereka bilang,"No you are not qualified to be a CEO"
OK, gak apa apa , at least saya sudah bertanya. saya pun bertanya lagi ...
"Mengapa saya tidak qualified"
Mereka bilang,"Karena kamu belum punya sales background"
OK, sekarang sudah jelas. Habis itu saya melamar menjadi Sales Direcror dan mendapatkan pekerjaan sebagai Sales Director di Nicosia (kalau anda tidak tahu di mana Nicosia, saya benar benar mempertantakan apakah anda bermental global).
Ozab menjadi Sales Director selama 2 tahun di Nicosia, kemudian menjadi Sales Director selama 3 tahun di Paris.
Dan lima tahun kemudian, Ozan menjadi CEO di Turki.
Tentu saja ceritanya tidak semudah itu, Ozan harus bekerja keras dan belajar siang malam.
Tapi realitanya Ozan menjadi CEO sekarang , setelah dia mengangkat tangannya (menanyakan atau melamar jabatan tersebut).
Seandainya saja Ozan tidak pernah meminta, mungkin Ozan tidak akan menjadi CEO.
So, remember, always ask, ask , ask. Selalu acungkan tangan anda, tanyakan, minta, melamar atau apapun.
Jangan segan, jangan sungkan, jangan malu.
Tapi juga jangan baper kalau ditolak!
Ingat waktu Ozan ditolak menjadi CEO, dia gak baper, dia cuma nanya, mengapa aku belum bisa menjadi CEO.
Dan kemudian pada saat dia mendapatkan jawabannya, maka dia pun bekerja keras.
Voila!
Di kita banyak banget yang ego nya segedhe gajah. Kalau ditolak kayaknya tamatlah dunia, baper, kecewa, marah, sebel bahkan ngomel atau ngamuk.
Ditolak , its ok. Tanya aja kenapa ditolak? Dan kemudian setelah dapat jawabannya bekerja keraslah untuk memperbaiki diri anda sendiri (improve yourself).
Padahal bacalah cerita Ozan di atas, dia hanya berprinsip sederhana:
- Bekerjalah sekeras mungkin
- Berkontribusilah semaksimal mungkin
- Kalau ada pekerjaan bagus yang kamu inginkan, tanyakan apakah kamu boleh menduduki jabatan itu?
- Kalau boleh, that s great
- Kalau nggak boleh, that s great too, tanyakan kenapa anda belum bisa menduduki jabatan itu
- Dari jawaban di atas, anda akan mengetahui gap anda, belajarlah dan bekerja keraslah untuk menutup gap itu
Life is easy .... kata Ozan. Dan dengan prinsip yang sederhana itu sekarang O
zan menjadi CEO.
Ok, kita bahas ya step by step, apa yang kita bisa kerjakan untuk meraih kesempatan itu ...
1. UNDERSTAND YOUR STRENGTH
Ketahuilah, galilah, mengertilah strength anda, differentiator anda , kelebihan anda (yang tidak dimiliki oleh orang lain)
2. CONTINUOSLY DEVELOP YOURSELF
Kalau mau maju, ya harus terus menerus belajar.
Kuncinya sukses itu adalah mempelajari kompetensi yang dibutuhkan di masa depan, sambil bekerja mencapai objective pekerjaan yang sekarang. Dua duanya harus jalan. Harus seimbang.
Jadi, jangan hanya sibuk bekerja mencapai performance yang sekarang aja, harus juga belajar dan mempersiapkan kita untuk jabatan kita di masa depan.
3. FIND YOUR ROLE MODEL, COPY HIM TO BUILD THE RIGHT CHARACTER,
Jangan bergaul dengan teman teman level yang hanya membawa pengaruh negative.
Bergaullah dengan mereka merka yang jauh lebih sukses daripada anda.
Jadikan mereka sebagai rolle model anda.
Tirulah kelakuan, attitude dan behavior mereka.
Realitasnya adalah kelakua , attitude dan behavior itu telah membawa mereka ke posisi yang lebih sikses?
Tinggal tiru aja kan? Dan disesusaikan dengan business context anda.
4. BUILD and EXPAND YOUR NETWORK
Kembangkan network dan jaringan bisnis anda.
Mulailah dengan membantu yang lain sebelum anda minta dibantu.
5. RAISE YOUR HAND whenever THe OPPORTUNITY COME
jangan terus menerus menunggu agar promosi itu datang , angkat tanganmu, dan raihlah sendiri kesempatan itu .
Just remember these 5 steps to raise your hands and grap your opportunities ....
1. UNDERSTAND YOUR STRENGTH
2. CONTINUOSLY DEVELOP YOURSELF
3. FIND YOUR ROLE MODEL, COPY HIM TO BUILD THE RIGHT CHARACTER,
4. BUILD and EXPAND YOUR NETWORK
5. RAISE YOUR HAND whenever THE OPPORTUNITY COME
Salam Hangat
Istambul, 1 April 2017
Pambudi Sunarsihanto
Search
Total Tayangan Halaman
TRAINING ONLINE
Training CHRP
ONLINE TRAINING
Recent Posts
Categories
- Assessment
- bakat
- Big Five
- Business development
- Career tips
- Change Management
- CHRP
- disiplin
- ebook HRD
- Gen Y
- Generasi Y
- grup HRD
- hubungan industrial
- ISO 9001 14001 lead auditor 2017
- Karyawan
- kerugian tahan ijasah bagi perusahaan dan HR
- kursus hrd
- leadership
- Lowker Sidoarjo
- Lowongan Bandung
- managing talent
- MBTI
- Mengelola Generasi
- minat
- motivation
- Mutasi
- parents tips
- pelatihan HRD
- Pemutusan Hubungan Kerja
- perselisihan PHK
- PHK
- potensi
- presentation
- Psikologi tes
- Psikotes
- resign
- struktur skala upah
- surabaya
- surat peringatan
- tahan ijasah karyawan
- Team work
- TELEGRAM GRUP HR
- Tes Potensi
- tim kerja
- tim yang solid
- Training
- WA GRUP HR
Mengenai Saya
Most Trending
-
Google berkali-kali menduduki tempat pertama sebagai tempat kerja terfavorit yang ingin dimasuki banyak karyawan. Hal ini benar-benar terce...
-
Dalam proses membaca aktif SQ3R ada satu tahapan dimana Anda harus melakukan pengulangan (R = Review) terhadap materi yang Anda baca a...
-
Buruh pabrik di Amerika Serikat saat ini memperoleh bayaran 76 kali lebih besar dari yang diterima pekerja pabrik yang bekerja di Indonesia...
-
Mendapat suatu pekerjaan baru, terutama pekerjaan yang kita impikan, kenaikan jabatan, kenaikan gaji dan lain sebagainya merupakan hal yang ...
-
HR WANNABE GRAND OPENING GRAND OPENING HR WANNABE 🎉🌟 **HR Wannabe Grand Opening!** Anda bersemangat untuk memulai karier Anda dalam bidang...
-
Mendapatkan pekerjaan baru adalah hal yang menyenangkan, namun ada kemungkinan hal yang mungkin yang menyimpang yang terjadi selama perjala...
-
BE A MENTOR Beberapa minggu yang lalu saya menerima WA mesage di handphone saya,"Om Pam, thank you very much , I won the talent compe...
-
JADWAL PELATIHAN APRIL 2024 Seluruh jam pelatihan adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) Early bird adalah untuk member HRBP INDONESIA se...
-
THE "WHAT" AND THE "HOW" How to achieve your business objectives while securing your success in the future ... (Bagaim...
-
Budaya perusahaan, sebuah istilah umum dan berlaku di setiap perusahaan. Tiap-tiap perusahaan memiliki kekhususan budaya perusahaan masing-...
0 comments:
Posting Komentar