Jumat, 23 Desember 2016
5 THINGS that YOUR TOP TALENTS DEMAND FROM YOU (and how they decide to join/stay in your company)
(Bagaimana me-manage karyawan anda yang super star)
Hari itu saya sedang diminta tolong oleh seorang teman untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar "Leading Millenial Generations".
Pada akhir seminar, seorang peserta datang ke saya dan mengajak welfie.
Dia menyerahkan kartu namanya, ternyata dia adalah seorang CEO sebuah perusahaan keluarga.
"Pak Pam, saya selalu membaca artikel Bapak setiap hari. Dan sebenarnya saya ingin menanyakan dan diskusi langsung dengan bapak tentang permasalahan talent di perusahaan saya. Boleh nggak pak kita dinner bersama setelah seminar ini?"
Tatapan mata bening di balik kacamatanya begitu mengharap.
Saya lapar, saya perlu makan, dan saya perlu bahan untuk menulis artikel saya besok pagi (and I always find a good excuse to have dinner with a pretty lady).
Sebut saja namanya Ibu Farida, yang kebetulan juga adalah saudara kandung seorang tokoh ternama di negeri ini.
Meskipun yang dipimpinnya adalah perusahaan keluarga, tetapi dikelola secara profesional dan sekarang berkembang pesat dengan aset yang sangat besar.
"Terima kasih sebelumnya, wah akhirnya saya bertemu juga dengan yang menulis artikel yang saya baca setiap pagi", katanya sambil tersenyum manis saat kami duduk di meja restoran Sea Food itu.
Malam itu Ibu Farida memakai setelan hijab merah maroon, yang membuatnya terlihat cerdas dan cantik.
Setelah beberapa diskusi tentang keluarga, anak dan hobby, Ibu Farida langsung bertanya ...
"Jadi begini Pak, saya itu selalu pengin tanya sekarang ini seolah olah saya itu punya 2 kompetisi.
Kompetisi untuk berbisnis dengan kompetitor saya sudah challenging bukan main. But I am ready for that, otherwise I would not be running this business.
Tetapi saya mempunyai satu kompetisi lagi yang harus saya hadapi. Kompetisi untuk merekrut dan meretain talent talent saya.
Sekarang ini untuk mendapatkan talent susahnya bukan main. Tadinya saya harus bersaing dengan perusahaan lain, kemudian datang perusahaan perusahaan asing yang secara prestige lebih bagus. Saya juga harus bersaing dengan perusahaan asing. Eh kemudian saya juga harus bersaing dengan start-up company. Kayaknya sekarang anak muda maunya semuanya bekerja di start up company.
Padahal kalau mereka bekerja kan mereka harusnya melihat dengan siapa mereka bekerja? Kalau di perusahaan yang sudah established lama, mereka akan bekerja dan belajar dari orang orang yang sudah berpengalaman. Sementara kalau di start up mereka harus bekerja dan belajar dari orang orang yang sama mudanya. Mau belajar apa?
Jadi saya susah banget menemukan talent bagus yang mau bekerja di tempat saya. Dan setelah saya berhasil dengan susah payah merekrut mereka, eh satu atau dua tahun kemudian kabur ke peusahaan lain karena digaji jauh lebih tinggi.
Mau saya naikkin gajinya, jadi njomplang sama teman teman mereka lain. Mau gak saya naikin gajinya, kabur. Padahal susah susah saya mentraining mereka. Enak amat kompetitor saya yang tinggal ngambil aja itu anak anak muda yang pintar dan sudah saya didik. Udah gitu, yang kabur pasti talent talent saya yang bagus, Top Talents nya. Gimana saya nggak menangis? Memang salah saya apa ya?"
Ibu Farida berhenti sebentar, kemudian meneguk jus kiwi, dan mulai memakan Cesar Salade nya (no wonder she is so slim!).
Kalimat-kalimat itu meluncur begitu lancar dari bibirnya, kelihatan dia punya passion yabg begitu besar dalam pekerjaannya.
I understand she must be very good and innovative in her business, she just need a little bit of help in managing her people.
Permasalahan yang dialami Ibu Farida sebenarnya bukan permasalahan yang baru, dan sebenarnya banyak perusahaan yang mengalami hal ini, bukan hanya perusahaan keluarga tetapi juga perusahaan nasional dan perusahaan asing, bahkan start up company juga mengalaminya.
Ibu Farida, the first thing I want to tell you is, you are not alone ....
And dont worry, there is something you can do.
Reality yang sekarang kita hadapi adalah dengan tumbuhnya bisnis di Indonesia, membua
t jadi bertambahnya jumlah perusahaan di Indonesia.
Mereka membutuhkan begitu banyak good talents. Padahal di Indonesia lulusan universitas banyak, tetapi good talents nya sedikit.
Jadi demand supply nya timpang. Demand of good talents tinggi, supply nya sedikit. Akibatnya harga good talents membubung tinggi.
Jadi kompetisinya terbalik, bukannya good talents yang need good job ( they have it and they have a choice). But the good company need good talents.
They have a choice which company they want to work for.
Dan setelah beberapa waktu (1-2 tahun),mereka akan mengevaluasi if they want to stay or leave for another company (since they still have a choice).
Jadi perusahaan harus membuat mereka attractive (bukan hanya dari segi gajinya), dan akan membuat para talents itu mau join dan stay.
Apa yang harus dilakukan perusahaan perusahaan itu?
Berdasarkan pengalaman saya mengelola permasalahan Human Resources di beberapa perusahaan (di negara negara yang berbeda), talents membutuhkan sebuah environment yang akan membuat mereka betah.
Jadi mereka sebelum join akan cari informasinya dulu,terutama dengan menelepon teman teman mereka atau kakak kelas yang sudah bekerja di perusahaaan itu, dan menanyakan suasana dan environment pekerjaan di situ.
Their friends will not
lie to them.
Jadi mereka akan mempunyai gambaran yang jelas sebelum mereka memutuskan untuk join.
Setelah mereka join, mereka akan mencoba dan mengexplore. Merasakan sendiri bagaimana bekerja di situ. Kalau cocok mereka akan stay, otherwise mereka akan cabut!
Ok, jadi environment kerja yang seperti apa yang mereka butuhkan?
Remember they are your top talents. They are very smart and have very good skills that you need in your company.
No wonder they have a lot of choice.
But special people also need special things!
Inilah beberapa hal yang akan mereka observe dan sangat penting bagi top talent anda ...(baik yang akan join, maupun yang sudah join dan ingin menentukan apakah akan stay atau tidak).
1. Chance to make a difference
Mereka ingin bahwa hasil pekerjaan mereka benar benar membawa hasil yang significant bagi perusahaan. They want to have a feeling of achievement!
Bukan cuma datang jam 8 pulang jam 5. Tetapi benar benar menerjakan sesuatu dengan hasil yang kongkrit dan kontribusi yang jelas.
Untuk itu anda harus memberikan mereka project yang penging dan empowerment yang tinggi.
Give them the challene, give them the responsibility, but give them the power to decide also.
2. Meritocracy
They need money!
Money is important to them.
Tetapi mereka juga tidak ingin santai santai dan mendapatkan bonus yang banyak.
Mereka akan bekerja keras, extremely hard, much harder than anyone else.
Tetapi mereka juga menginginkan bonus yang jauh lebih besar.
Mereka akan benci banget melihat temannya yang bekerja sedang sedang saja, tanpa hasil yang jelas, tapi tetap mendapatkan gaji yang sama dan bonus yang hampir sama dengan mereka.
Apalagi kalau yang sedang sedang saja mendapatkan gaji yang lebih besar dari mereka hanya sekedar masa kerjanya yang lebih lama.
Kalau mereka mengtahui itu, mereka akan langsung memembuat resignation letter (remember they have a choice).
Jadi anda harus berani membayar gaji yang tinggi dengan bonus yang jauh lebih tinggi untuk top talent yang bekerja keras dan memberikab kontribusi yang jauh lebih tinggi!
3. Hard-working Boss
Mereka bekerja keras, dan berarti sebenarnya mereka ingin yang lain juga kerja keras.
Mereka akan benci banget melihat orang lain malas malasan. Apalagi kalau kalau yang malas malasan adalah bossnya.
Mereka menginginkan bos yang menjadi contoh (teladan), yang mereka bisa belajar (dari segi expertise dan character).
Your top talents will choose the job based on these 3 parameters:
- the right industry
- the right company
- the right leader
Jadi menciptakan working environment juga berarti mendidik para leader di perusahaan anda untuk mampu memanage dan mengembangkan top talent yang anda punyai.
4. Environment (Big Fish in little Pond)
Your top talents membenci birokrasi. Mereka benci menjadi ikan kecil di k
olam yang besar. Mereka ingin menjadi ikan besar di kolam yang kecil.
(makanya mereka suka bekerja di start up company yang kecil, tetapi power mereka lebih besar!)
Anda harus membuat divisi divisi yang lebih kecil di perusahaan anda, anda harus membuat organisasinya flat!
Anda harus memberikan power yang tinggi kepada setiap divisi agar talent talent yang di dalamnya mempunyai sense of empowerment dan kekuasaan untuk mengambil keputusan!
5. Cool company who make cool products
Top talents anda adalag manusia manusia yang banyak bergaul.
Mereka ingin membanggakan diri kepada teman temannya. Mereka ingin membanggakan perusahaan (dan productnya) ke teman temannya.
Improve your brand awareness dan product quality.
Buat talent talent anda banggga dengan product dan perusahaan mereka!
Jadi ingat ya, untuk membuat Top Talents mau bergabung di perusahaan anda dan stay, inilah yang harus anda ciptakan atau anda berikan untuk mereka ....
1. Chance to make a difference
2. Meritocracy
3. Hard working boss
4. Environment
5. Cool company who make cool products
Ibu Farida, thanks for the wonderfull dinner where I can share my views but also learn from you.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Search
Total Tayangan Halaman
TRAINING ONLINE
Training CHRP
ONLINE TRAINING
Recent Posts
Categories
- Assessment
- bakat
- Big Five
- Business development
- Career tips
- Change Management
- CHRP
- disiplin
- ebook HRD
- Gen Y
- Generasi Y
- grup HRD
- hubungan industrial
- ISO 9001 14001 lead auditor 2017
- Karyawan
- kerugian tahan ijasah bagi perusahaan dan HR
- kursus hrd
- leadership
- Lowker Sidoarjo
- Lowongan Bandung
- managing talent
- MBTI
- Mengelola Generasi
- minat
- motivation
- Mutasi
- parents tips
- pelatihan HRD
- Pemutusan Hubungan Kerja
- perselisihan PHK
- PHK
- potensi
- presentation
- Psikologi tes
- Psikotes
- resign
- struktur skala upah
- surabaya
- surat peringatan
- tahan ijasah karyawan
- Team work
- TELEGRAM GRUP HR
- Tes Potensi
- tim kerja
- tim yang solid
- Training
- WA GRUP HR
Blog Archive
-
▼
2016
(23)
-
▼
Desember
(20)
- CHOOSE THE RIGHT JOB FOR YOU
- WHEN THE WIND OF CHANGE BLOWS, SOME PEOPLE BUILD T...
- BE NO. 1, BEHAVE LIKE NO. 2
- 5 THINGS that YOUR TOP TALENTS DEMAND FROM YOU
- The Wind of Change
- DEVELOP YOUR CAREER BY BUILDING YOUR OWN USP (Uniq...
- PEOPLE DON'T BUY YOUR PRODUCTS, THEY WANT TO DO B...
- The 7 Characters of great sales people
- AFTER A STORMY WEATHER IN THE OCEAN, A GREAT SAILO...
- THE KEY TO YOUR SUCCESS IN THE FUTURE, YOUR AGILITY
- FIT & PROPER TEST
- Generasi Y dan Mengelola Generasi Y
- Mendisiplinkan Karyawan Bermasalah
- MEMBENTUK TIM YANG EFEKTIF
- SUCCESS MEANS DIFFERENT THINGS FOR DIFFERENT PEOPLE
- Lowongan Staff Audit
- Lowongan Kerja Integra Grup
- PREPARING FOR YOUR PROMOTION INTERVIEW (FIT & PROP...
- BECAUSE YOU ARE HIRED AS A TROUBLESHOOTERS
- Starting a Career Transition
-
▼
Desember
(20)
Mengenai Saya
Most Trending
-
Google berkali-kali menduduki tempat pertama sebagai tempat kerja terfavorit yang ingin dimasuki banyak karyawan. Hal ini benar-benar terce...
-
Dalam proses membaca aktif SQ3R ada satu tahapan dimana Anda harus melakukan pengulangan (R = Review) terhadap materi yang Anda baca a...
-
Buruh pabrik di Amerika Serikat saat ini memperoleh bayaran 76 kali lebih besar dari yang diterima pekerja pabrik yang bekerja di Indonesia...
-
Mendapat suatu pekerjaan baru, terutama pekerjaan yang kita impikan, kenaikan jabatan, kenaikan gaji dan lain sebagainya merupakan hal yang ...
-
HR WANNABE GRAND OPENING GRAND OPENING HR WANNABE 🎉🌟 **HR Wannabe Grand Opening!** Anda bersemangat untuk memulai karier Anda dalam bidang...
-
Mendapatkan pekerjaan baru adalah hal yang menyenangkan, namun ada kemungkinan hal yang mungkin yang menyimpang yang terjadi selama perjala...
-
BE A MENTOR Beberapa minggu yang lalu saya menerima WA mesage di handphone saya,"Om Pam, thank you very much , I won the talent compe...
-
JADWAL PELATIHAN APRIL 2024 Seluruh jam pelatihan adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) Early bird adalah untuk member HRBP INDONESIA se...
-
THE "WHAT" AND THE "HOW" How to achieve your business objectives while securing your success in the future ... (Bagaim...
-
Budaya perusahaan, sebuah istilah umum dan berlaku di setiap perusahaan. Tiap-tiap perusahaan memiliki kekhususan budaya perusahaan masing-...
0 comments:
Posting Komentar