Rabu, 29 Maret 2017
Teach Your Children to Tell A Story
(Ajarkan anak-anak anda agar mereka mampu bercerita)
Sebut saja Namanya Sean. CEO di sebuah perusahaan start-up di California. Saya bertemu dengan dia seusai dia presentasi di sebuah event internasional.
Tapi saya sengaja mengajak ngobrol dengannya setelah itu. Karena saya terpukau dengan kemampuannya bercerita (story telling).
Pada saat Sean presentasi di depan ratusan orang di Los Angeles waktu itu....
- people listen to him
- people believe in him
- people remember him
Maka saya pun ingin belajar dari Sean. Dan saya bertanya, "Bagaimana presentasi mu begitu memukau dan begitu banyak orang yang terkesima?"
Sean menjawab,"Who was presenting? I did not conduct a presentation. I did a story telling."
Voila! Sekarang saya mengerti mengapa story Sean begitu menarik ...
Sean meneruskan,"Semua orang sudah alergi mendengarkan presentasi. Semua sudah bosan melihat presentasi. Kita tidak bisa lagi menggunakan presentasi. Kita harus menggantinya dengan story telling (teknik bercerita"
Dengan presentasi orang akan:
- bosan
- ngantuk
- buka smartphone
- gelisah
- pergi ke toilet
Sementara, siapa yang tidak tertarik dengan cerita , story telling ...
Sejak kecil sebagai manusia, memang kita suka mendengarkan cerita, apakah itu membaca novel, melihat film, melihat theater atau apapun bentuknya.
Makanya banyak leader dan marketing manager yang sudah menggunakan teknik storytelling itu untuk lead team mereka atau untuk tell a story about their brand.
Dengan story telling ...
- orang ingin mendengarkan
- orang ingin mempercayai anda
- orang penasaran ingin mendengarkan kelanjutannya
- orang ingin melakukan apa yang anda sarankan dalam cerita itu
Panteslah orang yang menggunakan story telling akan mencapai objective nya lebih effective dibandingkan yang presentasi.
Dan panteslah perusahaan-perusahaan di Amerika seperti Microsoft, P&G, Nike, Motorola, NASA, Workd Bank dan masih banyak lagisudah mewajibkan leader-leadernya menggunakan teknik story telling dalam menyampaikan ide dan visinya.
Saya pun bertanya kepada Sean,"How did you develop your story telling ability?"
Dia menjawab,"My father teach me that"
Sean minum sparkling water di depannya kemudian meneruskan.
"Ayah saya dulu banyak menceritakan dongeng (fairy tales) ke saya waktu kecil. Banyak ayah melakukan itu. Bedanya ayah saya meminta saya mendongengkan kembali ke dia, apa yang dia ceritakan ke saya sehari sebelumnya. That's the difference!"
Sean menambahkan ,"In the end of the day it is about practice. Practice, practice, practice!"
Seperti halnya seorang pilot, semakin banyak jam terbang akan semakin hebat kemampuannya.
Bayangkan kemampuan story telling yang dia latih sejak kecil!
Saya jadi membayangkan ayah saya (the best mentor I ever had in my life), yang juga secara teratur bercerita wayang ke saya.
Saya ingat waktu kecil, ayah saya menceritakan adegan akhir perang Barata Yuda. Dia menggambarkan adegan itu dengan sangat hidup, menampilkan karakter karakter yang kuat (Bima, Duryudana, Kresna ...etc). Dan saya pun sangat memvisualisasikan hal itu. Esok paginya saya menceritakan adegan itu ke teman teman saya (waktu itu saya kelas 3 SD). Dan teman teman saya pun suka menagih cerita ke saya pada jam istirahat. Saya dengan senang hati menceritakan itu. Before I know it, ternyata kakak kakak kelas saya ikut mendengarkan. Saya waktu itu klas 3 SD, dan saya sudah mengumpulkan 60 orang sebagai audience saya. Dan seperti halnya Sean, saya juga melakukan itu secara regular, di mana ayah saya adalah sumber cerita saya, dan teman teman saya adalah Audience saya.
I learn from Sean. Ternyata "bakat" menjadi tidak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah "latihan" dan "kerja keras".
Semakin banyak kita bekeja keras dan latihan akan semakin bagus kemampuan kita.
Sebaliknya semakin hebat bakat kita, tetapi kalau tidak banyak latihan dan kerja keras ya percuma saja!
Nah, karena saya bertemu Sean, saya jadi ingat bahwa saat ini hampir semua great leader yang saya kenal adalah juga seorang great story teller.
Karena kemampuan mereka unt
uk membangunkan mindset, vision dan membuat follower mereka bergerak menuju ke satu tujuan yang sama.
Padahal ternyata kemampuan story telling itu ternyata sebaiknya dipupuk sejak kita kecil.
Dan ini tentu mengingatkan tugas kita sebagai orang tua?
Apakah kita menyiapkan mereka sebagai great leaders?
Apalah kita menyiapkan mereka sebagai great story tellers?
Apakah kita memang menceritakan dongeng (fairy tales) kepada anak anak kita?
Apakah kita memang menyuruh anak anak kita untuk menceritakan kembali dongeng dongeng itu?
Apakah kita punya kesabaran untuk mendengarkan mereka?
Jangan jangan kita punya waktu sedikit banget dan anak anak kita menghabiskan seluruh waktu kita dengan gadget mereka?
Ok, masa depan anak anak anda ada di tangan anda sendiri.
Kita masih punya waktu untuk mendidik merekA.
Kita masih punya waktu untuk membentuk karakter mereka.
Kita masih punya waktu agar mereka menjadi great story tellers, which is one of the future requiremeng to become great leaders ....
Lets do our job!
Terus bagaimana kita mendidik anak anak kita menjadi story tellers?
Kita baca dan terapkan yuk beberapa tips di bawah ini ...
1. Tell them stories
Lead by example!
Kalau anda ingin mereka menjadi story teller, anda harus memulai dengan sering sering menceritakan dongeng kepada mereka.
Dongeng apa saja. Fairy Tales . Hans Christian Anderson. Dongeng Nusantara. Sejarah. Cerita motivasi tokoh terkenal.
Ceritakan secara teratur!
2. Ask them to repeat your story
Keesokan harinya bujuk dia untuk menceritakan cerita yang sama kepada anda.
Puji dia. Suruh dia menceritakan pelan pelan. Bantu dia mengingat bagian yang dia lupa.
3. Build a story together
Kadang kadang, ajak dia membuat (mengarang) cerita bersama sama.
Saya melakukan itu sekeluarga, dengan permainan "satu orang satu kalimat".
Saya akan mengucapkan,"Pada suatu hari , seorang pangeran pergi ke hutan"
Istri saya menambahkan,"Pangeran itu bernama William, dia tampan, dan naik kuda putih ke mana mana"
Ilma, anak saya pertama menambahkan,"Hari itu Kudanya berlari menuju telaga"
Nadia meneruskan,"Tetapi ternyata air telaga itu beracun"
Adrian, anak saya yang ketiga menambahkan,"Kudanya mati. Pangeran pun kebingungan di pinggir telaga"
Kembali ke giliran saya lagi," Dari kejauhan, datanglah seekor singa"
Saya rasa di sini anda sudah tahu maksudnya. Build the story together. Bisa dua orang, tiga orang atau lima orang, terserah.
Intinya bagaimana anda membangun sebuah cerita bersama sama.
4. Develop a strong character in the story
Cerita yang bagus selalu diawali dengan seorang karakter yang kuat (Raksasa jahat, pangeran tampan, putri yang baik hati, anjing yang lucu)
Karaker itu akan membuat cerita anda lebih hidup.
5. Visualize the story
Visualisasikan cerita anda. Tambahkan hutan, danau, rumah yang tua, pasar yang ramai, atau airport yang bising.
6. Ask them to tell a short stories
Nah, pada waktunya, setelah beberapa kali latihan, sekarang dorong dan bujuklah agar dia mulai menceritakan ceritanya sendiri.
Mulailah dengan menceritakan kepada diri anda sendiri, kepada keluarga, di kelas dan di sekolah.
Dengan prinsip yang sama saya melatih anak anak saya, dan sekarang mereka semua sudah confident dan percaya diri tampil di depan ratusan orang.
7. Reward and compliment them for telling stories
Jangan lupa memberi hadiah. Ingat berani tampil, berani tell a story, berani presentasi juga adalah prestasi. Jangan hanya memberikan hadiah kalau anak anak anda mendapatkan nilai raport yang bagus. Berikan hadiah pada saat mereka berani tampil, meskipun hanya di tengah tengah keluarga, apalagi kalau di depan ratusan orang di sekolahnya.
8. Practice, practice, practice
Latihan, latihan, latihan. Latih sebanyak banyaknya. Di kamar tidur, di sekolah, di acara keluarga.
Carilah kesempatan agar mereka berani tampil. Semakin sering semakin baik !
Just remember, the 8 steps to Teach Your Children To "Tell a Story"
1. Tell them stories
2. Ask them to repeat your story
3. Build a story together
4. Develop a strong character in the story
5. Visualize the story
6. Ask them to tell a shor
t stories
7. Reward and compliment them for telling stories
8. Practice, practice, practice
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Gabung di grup WA HRBP INDONESIA, hub 085733347722 melalui WA, atau gabung ke telegram https://t.me/hrbpindo
Search
Total Tayangan Halaman
TRAINING ONLINE
Training CHRP
ONLINE TRAINING
Recent Posts
Categories
- Assessment
- bakat
- Big Five
- Business development
- Career tips
- Change Management
- CHRP
- disiplin
- ebook HRD
- Gen Y
- Generasi Y
- grup HRD
- hubungan industrial
- ISO 9001 14001 lead auditor 2017
- Karyawan
- kerugian tahan ijasah bagi perusahaan dan HR
- kursus hrd
- leadership
- Lowker Sidoarjo
- Lowongan Bandung
- managing talent
- MBTI
- Mengelola Generasi
- minat
- motivation
- Mutasi
- parents tips
- pelatihan HRD
- Pemutusan Hubungan Kerja
- perselisihan PHK
- PHK
- potensi
- presentation
- Psikologi tes
- Psikotes
- resign
- struktur skala upah
- surabaya
- surat peringatan
- tahan ijasah karyawan
- Team work
- TELEGRAM GRUP HR
- Tes Potensi
- tim kerja
- tim yang solid
- Training
- WA GRUP HR
Blog Archive
-
▼
2017
(54)
-
▼
Maret
(12)
- Pelatihan 2 Hari CERTIFIED INDUSTRIAL RELATION MAN...
- Meningkatkan Kompetensi melalui grup WA dan Telegram
- Teach Your Children to Tell A Story
- CONSISTENCY
- THE BEST WAY TO PREDICT THE FUTURE, IS TO CREATE Y...
- Training Penyusunan Struktur Skala Upah
- LEADING YOUR TEAM DURING UNCERTAINTY
- WHEN YOU FALL and YOU HAVE TO STAND UP AGAIN
- WHAT DIFFERENTIATE SUCCESSFUL PEOPLE FROM OTHERS
- BELIEVING THE IMPOSSIBLE
- MEASURING YOUR TEAM PERFORMANCE
- The survival of a company
-
▼
Maret
(12)
Mengenai Saya
Most Trending
-
Dalam proses membaca aktif SQ3R ada satu tahapan dimana Anda harus melakukan pengulangan (R = Review) terhadap materi yang Anda baca a...
-
Google berkali-kali menduduki tempat pertama sebagai tempat kerja terfavorit yang ingin dimasuki banyak karyawan. Hal ini benar-benar terce...
-
Buruh pabrik di Amerika Serikat saat ini memperoleh bayaran 76 kali lebih besar dari yang diterima pekerja pabrik yang bekerja di Indonesia...
-
Sesudah diterbitkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Industria...
-
Mendapat suatu pekerjaan baru, terutama pekerjaan yang kita impikan, kenaikan jabatan, kenaikan gaji dan lain sebagainya merupakan hal yang ...
-
HR WANNABE GRAND OPENING GRAND OPENING HR WANNABE 🎉🌟 **HR Wannabe Grand Opening!** Anda bersemangat untuk memulai karier Anda dalam bidang...
-
Mendapatkan pekerjaan baru adalah hal yang menyenangkan, namun ada kemungkinan hal yang mungkin yang menyimpang yang terjadi selama perjala...
-
BE A MENTOR Beberapa minggu yang lalu saya menerima WA mesage di handphone saya,"Om Pam, thank you very much , I won the talent compe...
-
JADWAL PELATIHAN APRIL 2024 Seluruh jam pelatihan adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) Early bird adalah untuk member HRBP INDONESIA se...
-
THE "WHAT" AND THE "HOW" How to achieve your business objectives while securing your success in the future ... (Bagaim...
0 comments:
Posting Komentar